MAKALAH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
TUGAS PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
“MAKALAH PENGEMBANGAN”
SUMBER DAYA AIR
Dosen :
Ridwan, MT
DI SUSUN OLEH :
“KELOMPOK 2”
SAFIRA FIDARANI 1722201000023
AGUNG PURNOMO 1722201000020
SRI YUSKI 1722201000016
KAMAL ABDUL NASER 1822201000045
YAYASAN WIJAYA
KUSUMA
UNIVERSITAS
DARWAN ALI
FAKULTAS
TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
Jalan A Yani No. 01 Kuala Pembuang Kab. Seruyan
Kalimantan Tengah
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamin,
terlebih dahulu kami memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, tuhan seru
sekalian alam, pencipta langit dan bumi, atas rahmat dan karunia-NYA yang telah
Melimpahkan rahmad dan hidayahnyalah, sehingga makalah kami ini dapat
diselesaikan tepat pada waktunya. Karena makalah ini digunakan untuk bahan
melaksanakan diskusi.
Penulispun
banyak mendapatkan bimbingan serta pengarahan yang sangat berati dalam menyusun
laporan ini baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Dari pengumpulan
data sampai makalah ini selesai dibuat, oleh karena itulah, pada kesempatan ini
kami ingin menyampaikan rasa hormat dan
terima kasih yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam.
Kepada : 1.
Dosen pembimbing Marinda Gusti, St
2. Teman-teman dekat yang telah diberikan
dukungan.
Penulis
menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itulah kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan
laporan ini. Dan semoga laporan ini dapat berguna bagi pembaca.
|
|
Baturaja, Maret 2009
Penulis:
Kelompok I
|
i
DAFTAR
PUSTAKA
v Ackerman,
Edwar A., and George O. Lof: “
Technologi in American Water Developmen,” Johns Hopkin Press, Baltimore, 1959
v Biswas,
Asit K.: “ A Histori Of Hydrology,” North Horland Publishing Company,
Amsterdam, 1970.
v Chow, Ven Te
(Ed.):”Handbook of Applied Hydrology,” McGraw-Hill, New York, 1964
v Finch,
James K.: “Eangineering and Westerjn
Civilization,” McGraw-Hill, New York, 1951
v Huberty,
Martin R, and Warren L. Flock:”Natural Resources,” McGraw-Hill, New York, 1959
v Langbein W
B, and W G Hoyt, “ Water Fatcts For The Nation’s Future,” Ronald, New York,
1959
v Mardenger,
Charles J.: Civil Eangineering through the Ages, Tran ASCE, Vol CT,
pp.1-27,1953 “ The Nation’s Water Resources,” U.S Water Resources Council,
Wachington DC, 1968
v Rown Thoer
“ Uvdraulics in the Unkited States1776-1976,” incecve of Hydrology Resources,
Univ Lowa, Lowa City, Lowa, 1976
v George
Flower, and R locas,”Wasori of Hydrology,”Beatch of Hydrology Resources, Univ
Lowa, Lowa City, Lowa, 1957
v Tewar, G,
R., and M. Donnely: Social and Water Economy of the Pufeblo Southwest, Sci
Monthly, Vol. 56, pp.31-34, Januariy, 1943, pp.134-144” Water , February, 1943.
v “ Water
Policies for the Future,” Report of the U.S. National Water Committee, Wachington
DC, 1973.
v “ Water
Resources Activities in the United States,” Snate Select Committee on Nation
Water Resources, 1961.
ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .................................................................................... i
Daftar Pustaka .................................................................................... ii
Daftar Isi .................................................................................... iii
I. Pendahuluan .................................................................................... 1
I.1 Latar
Belakang ......................................................................... 1
I.2 Tujuan ......................................................................... 1
II.Pembahasan ..................................................................................... 2
II.1.
Pemanfaatan Air ………………………………………………. 2
II.2. Berbagai Aspek Dalam Sumber Daya Air ………………. 2
II.3.
Perencanaan Proyek Sumber Daya air ………………………. 4
II.4.
Sejarah Teknik Sumber Daya Air ………………………. 4
II.5. Masa Depan Teknik Sumber Daya Air ………………………. 5
III. Penutup ................................................................................................ 7
III.1.
Kesimpulan ........................................................................ 7
III.2. Saran .................................................................................... 7
Daftar Pustaka .................................................................................... 8
iii
I.
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Segala sesuatu sekarang memerlukan
pangetahuan atau sering kita sebut ilmu pengetahuan. Salah satunya pengetahuan
yang kita pelajari sekarang adalah pengetahuan Sumber Daya Air. Pelajaran ini
sangat penting karena pengetahuan ini penting untuk kita dalam hal pembuatan
pembangunan dibidang pengairan dan didalam bidang lainnya. Pengembangan Sumber
Daya Air ( Water Resources ) memerlukan adanya konsepsi. Perencanaan,
perancangan, konstruksi dan operasi fasilitas-fasilitas untuk pengendalian dan
pemanfaatan air pada dasarnya hal-hal tersebut merupakan tugas para insinyur
sipil, tetapi jasa-jaha para ahli dibidang lain juga dibutuhkan. Setiap proyek
pengembangan sumber daya air akan menghadapi seperangkat konsisi fisik yang
unik yang harus diatasi secara khusus, sehingga desain buku pedoman ( standar )
yang menuju kepada penyelesaian
yang sederhana, yang bersandar
pada buku pedoaman
(
handbook ), jarang dapat digunakan. Kondisi-kondisi khusus setiap proyek harus
diatasi melalui penerapan pengetahuaan dasar berbagai disiplin ilmu secara
terpadu.
I.2. Tujuan
Sumber daya air ini kita pelajari bertujuan untuk memenuhi berbagai kebutuhan ,seperti
pengendalian banjir, drainasi lahan, pembuangan limbah, serta desain
gotong-royong jalan raya merupakan penerapan teknik suber daya air pada
pengendalian air (control of water), sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang
berlebihan terhadap harta benda, gangguan terhadap masyarakat, atau kehilangan
nyawa. Penyediaan air, irigasi, pengembangan tenaga-hidroelektrik, serta
peyempurnaan alur pelayanan adalah contoh-contoh dari pemanfaatan air
(ulitization of water) untuk tujuan-tujuan yang berguna. Pencemaran mengancam
penggunaan air untuk keperluan kota
serta irigasi disamping sangat merusak nilai keindahan sungai. Oleh karena itu
pengendalian pencemaran atau pengelolaan mutu air ( water-quality management)
telah menjadi tahapan yang penting dalam teknik sumber daya air.
1
II.
PEMBAHASAN
II.1.
Pemanfaatan Air
Pemanfaatan
air harus kita bedakan antara Penyadapan, atau Pengambilan air kedalam satu
system, dan Konsumsi, yaitu air yang diuapkan atau digabungkan dengan suatu
produk dan tidak dapat digunakan lagi bagi pemanfaatan lainya. Air yang
mengalir pada suatu sungai tidak selalu siap untuk digunakan oleh setiap orang
atau kelompok yang menginginkannya. Hak untuk memanfaatkan air mempunyai nilai
yang sangat besar, terutama pada daerah-daerah dimana air merupakan barang yang
langkah. Seperti halnya benda-benda lain yang beharga, hak atas air juga yang
dilindungi oleh undang-undang. Masalah mutu air dijumpai dalam perencanaan
proyek-proyek penyediaan air irigasi serta dalam pembuangan air limbah,
Sungai-sungai
yang tercemar menimbulkan masalah bagi ikan dan satwa liar, tidak sesuai untuk
rekreasi dan sering kali keruh dan kadang kadang berbau. Pengujian kimiawi
serta bakteriologis biasa dilaksanakan untuk menetapkan jumlah serta sipat-sipat kotoran didalam air. Ahli-ahli
ilmu hayat harus menilai pengaruh kotoran –kotoran ini terhadap tumbuh-tumbuhan
dan manusia pemakai air yang besangkutan dan menetapkan standar mutu yang
diijinkan.
II.2. Berbagai Aspek Dalam Sumber Daya Air
a.
Aspek
Ekonomi Dalam Teknik Sumber Daya Air
Tidak
banyak keahlian dibutuhkan untuk mendesain suatu bangunan untuk berbagai tujuan
apabila dana yang tersedia tidak
mencukupi untuk pembangunan tersebut. Kemampuan khusus dari ahli teknik yang
bersangkutan akan tercermin dalam peranan proyek-proyek yang dapat memenuhi
tujuan yang dimaksudkan dengan biaya yang sepadan dengan keuntungan yang
dihasilkan. Suatu analisis ekonomi untuk menentukan rencana yang baik dari
beberapa pilihan pada umumnya dibutuhkan dalam merencanakan proyek. Biasanya
harus dibutuhkan biaya proyek yang bersangkutan cukup rendah dibandingkan
terhadap keuntungan-keuntungan yang diharapkan, demi terjaminnya infestasi yang
diperlukan.
2
Besarnya
presipitasi serta aliran sungai berubah dari tahun ketahun, pada umumnya
pembangunan tidak ekonomis untuk merencanakan proyek bagi pengaman banjir
terbesar yang mungkin terjadi atau untuk
memastikan tersedianya air untuk musim kemarau ysang paling sering yang bisa
dibayangkan bisa terjadi. Sebaliknya rencana proyek diukur dengan skala
probalitas, sehingga probalitas gagalnya proyek yang bersangkutan untuk
memenuhi tujuannya akan kecil, tetapi tetap positif.
b. Aspek Sosial
Dalam Teknik Sumber Daya Air
Hampir
semua proyek untuk pengolahan air direncanakan dan dibiayayai oleh badan
pemerintah tertentu, dinas penyediaan air atau pembuangan limbah kotor, dinas
jalan raya negara bagian, proyek irigasi pengendalian banjir dari pemerintah
pusat atau oleh badan hukum umum. Banyak proyek semacam ini menjadi isyu
politik yang controversial dan diperdebatkan secara berkepanjangan oleh orang-orang
yang hanya mempunyai pengetahuan terbatas tentang aspek-aspek teknik dasar dari
permasalahan nya. Hal ini adalah menjadi tanggung jawab yang jelas dari seorang
insinyur yang memiliki fakta-fakta yang lebih lengkap tentang proyek semacam
ini untuk dengan tegas berdiri di atas kepentingan umum, agar keputusan akhir
tidak didasarkan pada alasan-alasan politis dan emosional.
Insiyur
yang bersangkutan harus menganalisis fakta-fakta yang ada dan penyajian uraian
yang jelas dengan istilah-istilah yang sederhana dan harus menghindari
terjadinya suatu proyek yang di biayai Negara atau masyarakat, Seorang insinyur
harus berpegang dengan seksama pada kode etik kelompok propesionol yang
mewakili propesi teknik sipil di negaranya. Kelalaian untuk bersikap demikian
akan menimbulkan prasangka terhadap permasalahanya serta terhadap seluruh
propesi di depan umum.
3
II.3. Perencanaan Proyek Sumber Daya air
Perencanaan
adalah suatu langkah penting dalam pengembangan proyek sumber daya air.
Perencanaan suatu proyek pada umumnya bersangkutan pada suatu insentif politis
atau pengakuan suatu proyek. Hal ini diikuti oleh gagasan tentang alternative
pemecahan permasalahan yang layak secara teknis yang akan memenuhi kebutuhan
yang bersangkutan.
Usul-usul
alternatif harus di tinjau berdasarkan study ekonomi yang menganalisis manfaat
dan biaya masing-masing proyek tersebut dalam menetapkan kelayakan ekonominya.
Penilaian dampak sosial dan lingkungan juga merupakan suatu langkah penting
dalam perencanaan. Akhirnya, kelayakan pinansial serta kepraktisan politis
masuk pula dalam rantai permasalahan serta memainkan perencanaan yang penting
dalam pemilihan alternatif-alternatif.
II.4 Sejarah Teknik Sumber Daya Air
Proyek
pengelolaan air yang pertama ada di dunia telah hilang dalam kabut prasejarah.
Pentingnya air bagi kehidupan umat manusia membenarkan pengadaian bahwa manusia
purba telah memiliki gagasan untuk mengalihkan aliran sungai dari alur buatan
dengan maksud untuk mengalirkan air ketempat-tempat tertentu di mana di
butuhkan untuk tanaman atau manusia. Pekerjaan drainasi dan irigasi skala besar
yang paling awal mempunyai pertalian dengan menes, pembangunan drainasi mesir
yang pertama,kira-kira tahun 200 S.M. pekerjaan-pekerjaan ini kemudian di usul
berbagai proyek mediterania dan timur dekat, meliputi bendungan-bendungan,
saluran-saluran, talang air dan system pembuangan limbah,. Talang air
(aqueducts) yang panjangnya sekitar 381 mil dibangun untuk mengalirkan air ke
dalam kota roma, suatu proyek irigasi di propinsi Szehuan di Cina yang di buat
pada kira-kira 250 S.M,masih di gunakan hingga sekarang, bahkan di dunia baru
(Benua Amerika) proyek-proyek yang berlinkup besar telah ada sebelum datangnya
kulit putih. Reruntuhan proyek irigasi yang rumit dan luas yang di bangun pada
tahun 1100 oleh bangsa Indian Hohokam menunjukan ekonomi irigasi yang telah
maju.
4
Usaha
pertama dalam pengetahuan teknik yang terorganisasi adalah pembentukan Ecole
des Ponts et Chaussees di Paris pada tahun 1760. Walaupun demikian, hingga
tahun 1850, desain teknis terutama didasarkan pada aturan-aturan kasar yang
dikembangkan dari pengalaman dan diwarnai dengan faktor-faktor keamanan yang ditentukan
secara bebas. Sejak saat itu, pemanfaatan teori telah meningkat dengan cepat,
sehingga dewasa ini sejumlah besar perhitungan yang teliti telah menjadi bagian
dari sebagian besar desain proyek. Walaupun demikian , tidaklah dapat dianggap
bahwa aturan-aturan kasar telah separuhnya dihapuskan dalam praktek teknik
karena masih banyak segi pengetahuan teknik yang belum dipahami dengan
sempurna, sehingga pemecahan masalah secara teoritis tidaklah layak. Suatu
jarak yang cukup besar tampak terjadi antara riset dan penerapan. Jawaban atas
berbagai masalah profesiolnal terdapat dalam catatan-catatan laboratorium atau
bahkan dalam makalah-makalah yang diterbitkan, tetapi hal-hal tersebut belum
banyak digunakan oleh para insinyur pratisi
II.5 Masa Depan Teknik Sumber Daya Air
Orang
awam, yang tidak terbiasa dengan massalah-masalah teknik, sering memandang
kegiatan-kegiatan yang besar dibidang pengamanan banjir, Irigasi dan
langkah-langkah lain dalam teknik sumber daya air dengan pemikiran bahwa
kemungkinan diperlukan pekerjaan lebih lanjut pastilah sudah dapat diabaikan.
Sebenarnya peradapan modern jauh lebih tergantung pada air daripada peradapan
dahulu kala. Pengetahuan kedokteran modern bersama dengan teknik penyehatan
modern telah menurunkan kematian dan menaikan harapan hidup, sehingga jumlah
penduduk dunia meningkat dengan pesat. Standar modern tentang kebersihan
pribadi membutuhkan air yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang
digunakan seabad yang lalu.
Para
insinyur sumber daya air dimasa depan akan sangat terlibat dengan teknologi
serta gagasan-gagasan baru. Reklsamasi air limbah, modifikasi cuaca,
pengelolaan lahan untuk memperbaiki produksi air, serta teknik-teknik baru
untuk penyimpanan air disemua bidang
pemanfatan air merupakan topik-topik yang semakin menarik dan semakin dalam diteliti.
5
Bertumbuhnya
penduduk dunia akan mengubah pola-pola ekologis ditinjau dari berbagai segi,
dan karenanya perencanaan pengelolaan air harus meliputi penilaian cara-cara
untuk menekan akibat-akibat ekologis yang tidak diinginkan. Perhatian terhadap
pelestarian lingkungan hidup akan menjadi semakin penting dalam perencanaan
pengelolaan air dimasa yang akan datang. Pertentangan antara pelestarian
ekosistem kita dengan pencapaian “Kebutuhan” masyrakat didalam pengelolaan air
pastilah menuju kepada pendekatan-pendekatan baru dalam pengelolaan air dan
mungkin juga definisi baru dari perkataan “ Kebutuhan”. Tidaklah akan cukup
bila dimasa depan permasalahan air ditangani secara sederhana dengan meniru metode-metode
yang telah dilaksanakan diwaktu yang lalu.
6
III.
PENUTUP
III.1
Kesimpulan
Sungai-sungai
yang tercemar menimbulkan masalah bagi ikan dan satwa liar, tidak sesuai untuk
rekreasi dan sering kali keruh dan kadang kadang berbau. Pengujian kimiawi
serta bakteriologis biasa dilaksanakan untuk menetapkan jumlah serta sipat-sipat kotoran didalam air. Ahli-ahli
ilmu hayat harus menilai pengaruh kotoran –kotoran ini terhadap tumbuh-tumbuhan
dan manusia pemakai air yang besangkutan dan menetapkan standar mutu yang
diijinkan. Sehingga membuat masyrakat merasa aman dan tidak merasa takut pada
saat mengkonsumsi air sungai.
III.2
Saran
Insinyur
yang mendesain bangunan fasilitas proyek-proyek sumber daya air haruslah orang
yang mahir dibidang teknik sipil. Karena keahliannya sangat berpengaruh pada
bangunan sumber daya air. Bentuk dan ukuran bangunan seringkali tergantung pada
sipat hidrolik yang harus dimiki, sehingga harus ditetapkan melalui penerapan
asas mekanika fluida.
7
DAFTAR
PUSTAKA
Yandra
Tekni Sipil : Pengembangan Sumber Daya Air
Yandratekniksipil.blogspot.com/2011/08/makalah-pengembangan-sumber-daya-air.html?m=1
8

Komentar
Posting Komentar